VEGITARIAN RAMEN : NARITAYA RAMEN ASAKUSA JEPANG (HALAL LOGO )

"kalau disana aku mau makan ramen"
"iya nanti kita coba cari ramen yang ada logo halalnya".


Dengan jadwal trip bersama ala-ala backpacker, aku dan kakakku tetep "kekeh" untuk cari ramen halal atau minimal ramen yang vegetarian tanpa pork dan lard. Ketika ada waktu luang, kita putuskan untuk kembali ke Asasuka. Dengan mengandalkan google maps dan arahan dari teman yang sudah pernah kesana akhirnya kita bisa menemukan salah satu restoran yang menjual ramen vegetarian dengan logo halal di banner restorannya. Yes, akhirnya kita makan ramen juga di Jepang!


Saat masuk restoran ini, kami yang terlihat celingukan ini langsung disambut dengan salam.

"Assalamualaikum,".
(senyum)
"walaikumsalam, for 2 poeple,please"
"oke"

Restoran Ramen Naritaya di Asakusa ini sudah lumayan sering diceritakan di beberapa blog travel untuk rekomendasi makan ramen dengan logo halal. Bisa dibilang untuk para muslim yang akan berpergian kesini, harus punya banyak alternatif opsi untuk tempat makan dan tempat beribadah. Kalau dilihat-lihat saat masuk restoran ini pengunjungnya kebanyakan orang Melayu juga, kita kebetulan bersama dengan beberapa orang Indonesia dan 2 orang Melayu. Tempat makan di Jepang memang sangat minimalis, lantai 1 hanya cukup untuk 6 orang, karena penuh maka kita naik ke lantai 2 yang sudah ada beberapa meja cukup untuk 10 orang. 

"full"
"yes, you can go to second floor"
"oh oke"
---
"naik aja ya mba, penuh di lantai 1 nya"
"oh hmmm, oke"
"banyak juga yang dilantai 2"
"tapi ini ga berasa makan di Jepang gitu, dilantai bawah lebih oke suasananya"
"iya juga si, tapi penuh"
"coba sana lihat orang-orang itu udah pada selesai makan belum?"
"oke, ,, tunggu bentar lagi kayak mereka udah pada mau selesai"
---
akhirnya kita pindah kebawah, haha!!! kita memang seniat itu biar lebih berasa suasana Jepang-nya.

Menu yang ditawarkan di Naritaya Ramen Asakusa cukup banyak, setelah berunding lama kita memutuskan untuk memesan menu yang berbeda. Keuntungan jalan bareng adalah kita bisa saling cicip untuk menambah wawasan rasa kuliner. Hal yang perlu diperhatikan saat kita datang ditempat makan pertama kali pilihlah menu dengan "thumbs up " atau "recommend main dises" atau "special", percayalah dulu kepada pilihan halayak umum.

"aku mau pesen yang recommend ini , Naritaya Ramen"
"aku juga mau itu"
"yaudah berarti pesen 2"
"ih jangan sama, biar bisa nyicip rasa lain"
"tapi ini ga ada tulisan recommend nya"
"tapi ini ada tulisannya special"
"yaudah, aku pesen Spicy Miso Ramen, kamu Naritaya Ramen"

Berikut penampilan Naritaya Ramen (recommend main dises) dan Spicy Miso Ramen (special).

 Spicy Miso Ramen (special)

 Naritaya Ramen (recommend main dises)

Kita pesan porsi yang standar, penampilannya cukup menarik kematangan telur, kuah segar dan mie yang hangat. Rasa yang ditawarkan light, setelah kami telaah memang kebanyakan makanan disini dibumbui dengan sederhana dan pas. Kalau kakak ku bilang disini lebih memperhatikan komposisi dari segi gizi, jadi jangan bayangin rasa khas indonesia yang "medok" dengan rempah nan mengiurkan itu. Dan kelucuan itu terbaca saat kami ribet dengan rasa kurang asin dan kurang pedes yang kemudian sang juru masak menyodorkan satu mangkok cabe kering (kaga ada pedes2nya ini padahal "spicy").

Ada hal menarik saat mengunjungi Naritaya ini, juru masak disini ternyata bisa berbahasa Melayu jadi kami bisa bercakap-cakap lebih santai.

"Melayu?"
"Ya, Indonesia"
"ohh,, Indonesia, enak?"
"iya enak"
--
Mangkuk ramen yang sedari tadi sudah membuat penasaran kakakku, akhirnya kakakku ngobrol dan  bertanya dimana kami bisa mendapatkan mangkuk seperti ini. Setelah dijelaskan ternyata restoran ini memesan khusus desain mangkuknya, namun kami disarankan pergi ke salah satu daerah pertokoan jika kami ingin membeli mangkuk seperti ini. Kami selesaikan pesanan ramen dan dumpling kemudian bergegas ke daerah Kappabashi. Sesuai arahan kami hanya harus berjalan lurus dari area sebelumnya sekitar 1 kilometer, dengan mengandalkan maps kami memulai perjalanan ini. Jalan sekitar 500 meter berlalu dan gmaps kami sedikit "ngaco",hari sudah makin sore sekali kami memutuskan untuk bertanya ke salah seorang warga lokal. Mari kita coba tanya, kalian perlu tahu kalau di Jepang tidak semua warga lokal bisa lancar membalas dengan English (sama seperti halnya dengan kami, impas, sama-sama terbata-bata dalam berbahasa, haha. Akhirnyaaa, kami dapat satu orang wanita yang mengerti bahasa terbatas kami dalam bertanya dan mau menujukan arah ke area Kappabashi.

Semangkuk ramen, hangatnya pelayanan, dan cerita soal perlengkapan makan ramen. Lengkap.
Mari kita berlanjut ke ekspedisi mencari mangkok ramen ke area Kappabashi.

FYI : 
Restoran Naritaya ramen ini ada dibeberapa daerah di Jepang bisa mudah ditemukan oleh google maps (tidak perlu takut tersesat).
Kalian bisa follow akun sosial media Naritaya Halal Ramen untuk info lebih lanjut .

@halal_naritaya
@naritayaosaka
@naritayahalalramen

follow juga : @andika.puspitas (buat bagi cerita seru nan mencerahkan hati )

  

Comments